IDEOLOGI UNTUK RAKYAT
OLEH: KISWAN
Saya mencoba memaparkan bagaimana karakteristik objektif dari
kebijakan pemerintah di Indonesia, dari ulasan ini, saya sangat khawatir nanti
kita bisa simpulkan bahwa kebijakan-kebijakan negara yang terwujud secara
konkrit dalam APBN hanyalah hasil negosiasi politik elite. Jangankan bicara
soal ideologi sebagai basis butir-butir anggaran tersebut, mencari indikasi
adanya partisipasi dan keberpihakan pada rakyat dalam penyusunan APBN merupakan
hal yang sia-sia untuk kita lakukan.
Inilah pangkal dari persoalan yang kerap terjadi dan muncul
dalam hubungan pemerintah dan warganya di negara kita. Negara diatur dan
dikelolah oleh orang-orang yang mengabaikan partisipasi dan tidak berpihak pada
kesejahteraan rakyat, dan juga tidak berbasis ideologi kerakyatan. Maka,
kebijakan-kebijakan yang diputuskan adalah wujud interpretasi dari preferensi
pribadi actor-aktor pengambilan keputusan kebijakan negara. Kebijakan negara
bukan wujud interpretasi dari sebuah grand
design ataupun rencana jangka panjang sebuah pembangunan suatu negara yang
mengemban sebuah pembangunan suatu negara yang mengemban amanah rakyat. Posisi
hubungan pemerintah dengan warganya menjadi asimetris. Warga tidak berdaya
untuk menuntut hak-haknya dipenuhi oleh negara.
Tentunya, ini pun berimplikasi pada minimnya partisipasi,
keberpihakan, dan ketiadaan ideologi di dalam kebijakan di bidang pendidikan
dan alokasi anggaran untuk pendidikan dalam APBN. Dengan demikian, apabila saya
di minta menjawab bagaimana pendidikan seharusnya berperan dalam situasi seperti
sekarang ini? Jawaban saya adalah pendidikan di Indonesia, dari mulai
pendidikan dasar sampai dengan perguruan tinggi haruslah secara tegas diarahkan
untuk melahirkan anak-anak didik yang terpelajar dan memiliki keberpihakan yang
jelas terhadap nasib anggota masyarakat yang masih terpinggirkan. Sejak dini,
anak-anak didik harus dikenalkan dengan bagaimana seseorang memiliki pendapat,
sikap, dan pilihan yang tegas terhadap nasib orang-orang miskin disekitarnya
,dengan demikian. Di jenjang pendidikan tinggi, mahasiswa dapat di ajarkan
bagaimana memiliki sebuah ideologi dalam bersikap dan mengambil pilihan
tindakan demi kesejahteraan seluruh anggota masyarakat. Di harapkan dimasa
depan, produk pendidikan di Indonesia adalah orang-orang yang berpihak dan memiliki
basis ideologi yang jelas demi tercapainya kesejahteraan masyarakat. Bukan
seorang yang hanya peduli pada kepentingan pribadi dan kelompok.
klik
BalasHapus